Pilpres 2014 dan Percepatan Pembangunan

Sambil ngetik judul posting ini saya sambil senyum-senyum. Seperti biasa fikiran saya sudah duluan bergerak dibanding jemari saya dalam memuntahkan ide tulisan. Yo wis tak lanjutken :-)

Masa kampanye sudah dimulai dan berita kampanye sudah membanjiri semua media; koran televisi, internet dan juga alam lain (saya membayangkan juga dunia ‘lain’ diluar sana punya capres pilihan sendiri hahahahaha). Isi berita bervariasi mulai dari yang bagus sampai yang jelek (saling serang dan menjelekkan).

Saya yang sederhana cuma berfikir sederhana untuk capres yang nanti saya pilih. Capres tersebut haruslah berguna bagi saya, setidaknya membantu kehidupan saya sehari-hari. Indonesia cuman butuh presiden yang rajin (apalagi kalau sampe pinter leebih muantap lagi je).

Kunjungan Presiden dan Percepatan Pembangunan

Kalau saya ‘googling’ dengan kata kunci “kunjungan sby dan perbaikan” akan menghasilkan data seperti berikut :

kunjungan_sby

Hasilnya macam-macam :

- Rute kunjungan presiden segera lancar; jalan jadi mulus, diaspal dan jembatan ikut diperbaiki.

- Jalur Pantura juga ikut “dikebut” saat SBY datang.

Masih banyak lagi berita terkait kunjungan presiden dan hasilnya yang cespleng terhadap pembangunan. Hebatnya dalam berita tersebut tidak disinggung masalah anggaran yang sering menjadi alasan klise dan konsumsi sehari-hari warga lokal.

Jadi wajar saja kalau saya mau presiden yang rajin berkunjung kemana-mana. Sudah pasti pembangunan akan ikut terakselerasi. Cukup buat jadwal kunjungan dan diberitahukan kepada daerah yang akan di kunjungi. Selesai toh :-)

Hayooo, mau pilih siapa pada pilpres 2014 ini?

10 hari belajar Zhan Zhuang

Ketemu di Youtube video Zhan Zhuang, menurut AboutZhanZuang :

“Zhan Zhuang¬† have extensively been well known as an extremely effective means of improving the position and relaxation, building up the blood circulation and immune techniques and providing the body & thoughts into a condition of stability. They also created physical strength & co-ordinate, incorporated body activity.”
Hari ke-1:

Hari ke-2:

Hari ke-3:

Hari ke-4:

Hari ke-5:

Hari ke-6:

Hari ke-7:

Hari ke-8:

Hari ke-9:

Hari ke-10:

Selamat latihan :-)

Pangkas rambut akhir pekan

Aktifitas akhir pekan yang mengasyikkan itu menurut saya salah satunya pangkas rambut. Dengan bermodalkan sepeda yang sudah di pompa kedua ban nya saya pun melenggang mencari pangkas rambut yang sudah buka. Ternyata belum ada yang buka.

Kisaran pukul 8 di hari Ahad ternyata belum cukup untuk buka lapak. Ya sudah… tak tunggu aja sambil sepedaan ke lorong yang belum pernah saya jajal disekitar museum Balaputra Dewa.

Puas sepedaan (plus capek mengitari daerah surga dan neraka) saya coba lagi lihat apakah sudah buka ruko tempat pangkas rambut yang saya incar.

Ternyata sudah buka. Sekitar pukul 9 rata-rata sudah buka usaha di wilayah segi empat emas kawasan Talang Ratu. Tukang pangkas rambut yang masih segar sudah siap dan segera beraksi menerjemahkan instruksi “pendek” menjadi pola rambut yang pas buat kepala saya.

Secara umum proses pangkas rambut ya begitu aja. Pakai cukuran listrik untuk menipiskan dan kemudian diikuti dengan menggunakan gunting untuk merapikan.

Bagian yang paling saya tunggu dan berpengaruh pada tip yang saya biasa berikan pada waktu pangkas rambut ada 3 :

1. Salam
Komunikasi yang baik dan ramah biasanya dicerminkan dari salam. Menegur dan menanyakan kabar itu satu poin yang saya suka.

2. Pijatan
Pijatan yang enak sebagai servis tambahan juga suka jadi nilai plus seorang pemangkas rambut. Mulai dari kepala turun keleher dan sampe ke punggung. Sedikit minyak aroma terapi juga berpengaruh. Jadi lebih segar rasanya. Beberapa pemangkas rambut suka ‘mematahkan’ leher dan ini juga saya suka

3. Merapikan ulang dan bertanya
Kebiasaan seorang pemangkas rambut yang suka merapikan bahian yang dirasa belum sesuai sembari bertanya apakah hasil yang diinginkan sudah ok membuat saya senang. Serasa mahakarya. Sang empu berusaha keras melakukan yang terbaik.

Kalau semua komponen yang ada tadi terpenuhi saya tidak segan mengimbangi dengan tip yang saya rasa sepadan. 1:1 . Biaya pangkas rambut setara dengan tip yang saya berikan. Saya puas dan sang empu juga tambah semangat.

Lain waktu saya mau coba aktivitas kebun bersama Alaya dan Bundanya.

Demikian laporan akhir pekan dari saya Alamsyah Rasyid. Selanjutnya saya serahkan kepada mouse anda :-)

Ps :
Surga istilah saya untuk turunan. Gak perlu gowes cukup waspada dengan rem dan arah sembari menikmati hembusan angin.

Neraka adalah kebalikan dari surga. Daerah tanjakan yang cukup memaksa saya untuk gowes lebih keras atau mengharuskan saya menyeret sepeda karena gak kuat hehehe.

no_social_media

Liburan Sosmed

Dari dulu saya punya kebiasaan buruk yang juga bisa jadi kebiasaan baik kalau diarahkan dengan baik. Susah di definisikan dengan istilah medis atau saya yang belum tahu istilah yang tepat untuk penyakit ini. Penyakit itu adalah penyakit ‘candu’ kalau saya boleh bilang. Saat saya suka dengan game maka saya suka memainkkannya tanpa peduli waktu, bisa berjam-jam dan bahkan rela bangun pagi hanya untuk ‘mencuri’ hasil panen teman di game BarnBuddy Facebook. Parah dah.

Hal itu juga saya alami dengan 2 akun social media yang saya ikuti; Facebook dan Twitter. Tidak cukup dengan akses dari kantor, saya juga menambah waktu aksesnya setelah pulang kantor dengan cara akses via HP. Otomatis mengurangi waktu interaksi dengan keluarga disadari atau tidak.

Anak saya juga suka minta petunjuk main game di tablet miliknya dan kadang menyeret saya ke level kebablasan meneruskan main game sampai malam …hiks. Untung anak saya dengan jenius menghentikan kebiasaan saya main game itu dengan caranya sendiri tanpa dia sadari. Buat profil baru dengan nama baru dan otomatis menghapus skor dan level yang sudah saya capai …. hore…serasa lepas dari kutukan game yang memanggil saya untuk terus bermain.

Demikian juga dengan sosmed, kasus hp yang ditukar kemaren juga memaksa saya untuk menginput ulang username dan password untuk kedua akun sosial media tersebut setelah proses reset factory dan restore aplikasi selesai dan saat itulah saya memilih untuk tidak menginputnya. Sudah hampir seminggu hidup terasa lebih damai dan saya lebih memilih untuk browsing situs berita via mobile yang saya pikir lebih positif dan ada batasnya.

Akses di desktop juga tinggal Facebook dan di akses hanya pada jam kantor. Pulang kantor no Facebook. Bisa lihat anak ngerjain PR dan ikutan nonton DVD :-)

Mantap toh…enak toh.