Wow..wow..wow.
Sabar ya. Ini bukan mo buat judul yang aneh-aneh. Posting kali ini adalah review buku yang memang judulnya “Mengubah Ide Menjadi Uang : Strategi menyulap konsep sederhana Anda menjadi produk berkualitas tinggi”.
Buku ini di dapat dari ide untuk tukar menukar buku baru yang bisa di baca lebih jelas dalam beberapa posting berikut:
- Kopdar Tukar Buku ala Wongkito
- From Batavia with Love – Seratus Tahun Cinta Menanti
- Review Tukar Buku “Hati Tak Bersudut”
Ok, kembali ke laptop eh buku yang jadi bagian saya :-)
Awalnya saya pikir buku yang akan saya baca ini pasti gak jauh dari teknik cepat kaya ala internet (adsense, jual link, paid review dsb) membuat saya baru merobek plastiknya setelah hampir 2 minggu kemudian saya ternyata salah besar.
Ini buku serius boi!
Buku ini membahas tentang cara membuat produk berdasarkan ide. Idenya bisa dari pengalaman buruk kita dengan sebuah produk, bisa dari kelemahan sebuah produk, sisi layanan dan komunikasi yang lambat dan sebagainya.
Setelah ide di dapat di lanjutkan dengan membentuk sebuah tim yang bisa saja merupakan kongsi / joint venture untuk sama-sama menggarap ide tersebut menjadi sebuah produk.
Produk tersebut jangan terpaku pada kesempurnaan baru di luncurkan melainkan bisa di ujicoba langsung ke para tester sembari terus di kembangkan dengan mengikuti kaidah :
- Pengembangan : buat sketsa produknya, buat model/prototipe
- Pemasaran : pembuatan MRD (market requirements document) yang berisi catatan singkat untuk hal-hal seperti target pasar, lokasi penjualan, harga, margin laba, dukungan purna jual dsb.
- Estimasi penjualan : bisa juga berarti proyeksi pendapatan yang jadi faktor penting untuk antisipasi kapasitas pabrik, berapa persen harus di set kapasitasnya.
- Spesifikasi produk : jika MRD menjelaskan produk dari sudut pandang pengguna maka spesifikasi produk yang di maksud di bagian ini dilihat dari segi teknis.
- Penjadwalan : waktu yang tepat untuk meluncurkan produk.
- Biaya produksi : biaya ini berpengaruh besar pada harga jual ritel yang biasanya bisa 4 atau 5 kali lipat biaya produksi.
Bab yang lain mengarah pada sisi pengelolaan hubungan dengan mitra, outsourcing hingga faktor hukum.
Hampir miriplah dengan mata kuliah ‘ekonomi teknik’ jaman kuliah dulu :-)
Apakah harus ngerti itu semua untuk bisa memulai usaha?
Hmm, gak juga ding.
Bagi saya yang penting di mulai dulu, kalau mentok baru belajar huehuehuehueehueu.
Hidup Google!
P.S : Buku ini buku terjemahan dengan judul asli “From Concept to Consumer, How to turn ideas intto Money” karangan Phil Baker.