Berapa Harga Waktu Anda?

Ngomong 26 May 2009 | 123 Comments

Tulisan menarik, di copy paste dari milis TDA.

Assalamu’alaikum wr wb.

Belakangan banyak pertanyaan ttg membuat website atau toko online. Banyak
pengusaha yang ingin membuat website sendiri, bertanya mana yang paling
mudah digunakan. Email ini bukan karena saya bisnisnya membuat website.
Alhamdulillah, saya bisa berfokus pd klien LN sehingga dari awal gabung di
TDA tidak utk cari klien. Dan bukan juga karena tidak mendukung loh ya :)

Saya hanya tergelitik untuk bertanya: *”Berapa nilai waktu anda?”*

Sebagai ilustrasi, seorang pegawai dgn gaji 4 juta perbulan, maka nilai
waktu dirinya adalah sebagai berikut:
1 bulan = 160 jam kerja. Nilai perjam = Rp. 4 juta/160jam = Rp. 25.000/jam
Pegawai tersebut mendapat bayaran Rp. 25.000 untuk 1 jam kerja.

Sebagai pengusaha (walau masih amphibi), berapa nilai anda perjam?

Misalkan income saya Rp. 10 juta/bulan, maka nilai saya adalah Rp.
62.500/jam dengan asumsi saya bekerja seperti pegawai, selama 160 jam/bulan
atau 8 jam/hari, usaha saya adalah jualan dgn kondisi tidak bisa bikin
website.

Sekarang mari kita hitung, bila saya belajar bikin website berapa investasi
yang dikeluarkan.
1. Beli buku atau browsing tutorial onilne, anggap aja habis Rp. 50.000
2. Belajar bikin website 2 minggu (80 jam) = Rp. 62.500 x 80 = Rp. 5.000.000
3. Upload, test online, perbaikan ini itu karena blom pas tampilan dan
fungsinya, estimasi total 5 jam = Rp. 62.500 x 5 = Rp. 312.500
4. Panadol, bandrek/kopi untuk hilangkan pusing dan nemenin bikin website
biar gak suntuk = Rp. 20.000
5. Listrik, dll… gak usah diitung.

Berapa total investasi bikin website sendiri? Dari hitungan di atas totalnya
Rp. 5.382.500

Ada 2 pilihan menarik disini:
1. Horeeeee… saya menghemat lebih dari 5 juta dgn membuat website sendiri.
2. Cari web developer yang bagus, nego di harga 3-4 juta tapi saya terbebas
dari segala hal tersebut dan mendapatkan website yang bagus tanpa susah
payah. Di saat yg sama, saya gunakan waktu saya utk hal yang paling bernilai
tinggi, maka saya bisa dpt Rp. 5 juta atau lebih.

Selalu ada perbedaan pendapat, soal hemat, soal kepuasan.
Kalo saya pribadi, saya akan gunakan waktu saya utk yang menghasilkan paling
optimal.
Bila saya pedagang, maka saya akan fokuskan diri mengembangkan penjualan
daripada mengalihkan perhatian ke bikin website.
Buat saya, daripada mikir belajar menjahit baju, belajar bikin pola, lalu
menjahit sendiri, mending beli jadi.
Terbebas dari semua keruwetan itu.

Tapi tentu semua punya pilihan dan pertimbangan masing-masing. Selamat
memilih :)

Chaidir, Abu Fazila.

Incoming search terms for the article:

  • harga waktu
  • hargai waktu

Tagged in ,

123 Responses on “Berapa Harga Waktu Anda?”

  1. gonuklir says:

    benar sekali, menghargai waktu dan menggunakan waktu dengan sebaik2 nya, akan membawa kita menjadi orang yang sukses.

  2. andrey says:

    hebat oi….mantab

  3. edi says:

    bner banget tuh..karna g akan ada hasil maksimal kalo perjuangan setengah-setengah..

  4. zhoe says:

    benar sekali. manajemen waktu dan uang yang tepat akan membawa kita menuju kesuksesan

  5. Setuju boss.
    Bila kita bisa sangat mengharga waktu, akan lebih cepat sukses.

  6. Menurut saya lebih baik kita membuat website sendiri, karena bisa menambah pengetahuan kita mas..

  7. Saung Web says:

    Haha… betul juga tuh… kadang kita lupa hergain waktu. padahal Tuhan saja dah bersumpah demi waktu… lam kenal bos… kebetulan sy ada kawan yg dosen UNSRI

  8. Terkadanga kita/saya lupa kalo waktu itu sangat berharga. lebih sering melewati hari2 dgn kegiatan yg nga menghasilkan sesuatu yg berharga. so guys… manfaatkan waktu dgn baik. kalo bisa… ngenet sambil mungut duit, bukan buang duit.

  9. Yudi says:

    Betul bos kita harus hargai waktu
    waktu sangat mahal, dan tak bisa balik
    Ayo cepat berkarya ! Bravo Indonesia

  10. Fauzan says:

    Ingat Wal Asyry Innal Insyana……. setiap manusia merugi kecuali orang2 yg beriman dan beramal sholeh dgn cara memahami air waktu. Itu sebabnya duplikasi waktu utk mencari rejeki tidak hanya menjadi pegawai karena barter waktunya terlalu mahal. Simak surah Maryam ayat 25

  11. Iya nih… Hal ini juga yang sedang saya pelajari sekarang Mas… :D

  12. joe keren says:

    Terima kasih kadang kita emang lupa menghargai waktu

  13. indra says:

    Waduh kalau saya belum apa-apa

  14. Indoproperty says:

    artikel yang sangat bermanfaat, makasih Pak…
    ijin bookmark…..

  15. Hitler Jr. says:

    Menurut saya lebih baik kita membuat website sendiri, karena bisa menambah pengetahuan sekalian sambil belajar… terima kasih ya

  16. dila says:

    boleh juga tuh hitungannya

  17. AVS says:

    wah, jadi malu nich karena banyak waktu ku yg terbuang

  18. Salom Gea says:

    benar sekali sob, time is money

  19. muramasa says:

    halo,ini pak alamsyah rasyid yg dulu ikut milisnya pak kusnul hadi ya?

    alam : iya pak,sekarang masih ikut milis RT kok,cuman jadi lurker secara masih newbie :-)

  20. Mari Sedekah says:

    hehehe, boleh juga neh hitungannya. kalo dihitung2. tekor juga waktuku, gak sesuai bayarannya dengan biaya yang dikeluarin neh. waduh musti bisa di introspeksi lagi.

  21. mantap…!!! keren lah om..!!

  22. Sharindo says:

    Kita sering mendengar istilah “waktu adalah uang”. Dalam hal tertentu, seperti urusan bisnis, kita memang perlu mengukur waktu kita dengan uang. Terlepas dari masalah untung atau rugi dari segi uang, pada dasarnya, tujuan dari istilah ini sebenarnya mengajak kita untuk menghargai waktu kita setiap saat. Bila kita melakukan hal yang berguna, berarti kita telah menghargai waktu kita. Selamat dan sukses untuk kita semua.

  23. Yayan A.I says:

    Setuju….
    Waktu ga bisa mutar mundur…apa yang dah terjadi ga bisa di “rewind”….jadi mamfaatin sebaik mungkin..

WP Plugin IMDB Grabber