Featured Posts

Error for Profit Proses migrasi hosting akhirnya kelar juga. Jumlah domain + subdomain yang di pindah hampir mendekati 40 an membuat proses nya harus di lakukan dengan hati-hati dan di data terlebih dahulu dengan bantuan...

Read more

Berburu traffic via traffic exchange Berburu traffic itu susaaaaaah loh! Itu kesimpulan sementara saya setelah beberapa hari mencoba berburu traffic dengan modal miring via jasa traffic exchange. Berikut hasilnya : Menggunakan Entrecard. Dari...

Read more

Coca Cola : Buka Semangat Baru hello teman semua ayo kita sambut, hari baru telah tiba apa yang kurasakan, ku ingin engkau tahu dan berbagi bersama *reff buka kita buka hari yang baru sebagai semangat langkah ke depan jadi...

Read more

Pilih Program Affiliasi atau PPC Buku-buku bertema 'cara mencari uang lewat internet' makin banyak dan makin mudah ditemukan di toko buku. Seminar-seminar juga tambah laris bahkan banyak juga yang rela untuk merogoh koceknya agak dalam...

Read more

Treatment buat halaman mati kutu ala stt Bencana akibat plugin sakti mandraguna yang namanya 'searchTermTagging' membuat salah satu posting ngetop di blog istri saya menjadi tidak bisa di akses dengan pesan error kurang memory. Hah! Bisa di...

Read more

Bermain Gasing dalam lamunan

Posted by admin | Posted in Ngomong | Posted on 30-11-2006

3

Tadi pagi ada telepon dari om yang sekarang tinggal di Tenggarong (Kutai Kartanegara) , isi telponnya tentang kemungkinan belum pastinya festival erau dilaksanakan tahun ini :-(.Gasing, permainan sederhana menggunakan kayu yang di bentuk hingga berbentuk seperti apa ya. Mungkin gambar ini yang bisa membantu saya dalam menggambarkan bentuk gasing itu :-)

gasing.jpg

Bagian atas gasing ini agak rendah untuk tempat tali yang di lilitkan.

Dimasa saya, gasing dibuat dari kayu “ulin” atau kayu besi bahkan untuk tingkat yang lebih kuat menggunakan bahan dari varian kayu ulin tadi yang namanya “menggris”. Pada kenyataannya kayu menggris memang susah di olah karena kerasnya. Lebih mudah menggunakan mesin bubut atau mandau yang tajam.

Tali yang di lilitkan di gasing juga menunjukkan status yang punya gasing. Jika mau ngetop gunakan tali “jomok”, tali yang dibuat dari kulit kayu yang di pukul-pukul supaya lemas dan direndam dalam air. Hasilnya di pilin membentuk tali yang ulet dan kuat. Tali yang baik malahan bisa juga dijadikan sebagai pecut saking uletnya.

Permainan gasing ini biasanya dilakukan berkelompok, minimal dua orang sih cukup tapi agak kurang gregetnya. Mula-mula di undi siapa yang punya pangkat paling tinggi hingga yang terendah.

Yang paling rendah pangkatnya di sebut “anak buah”, berikutnya mentri, raja . Di atas raja ada “meruhum”, jika meruhumnya banyak di kasih angka di belakangnya. Meruhum I, meruhum II, meruhum III dan seterusnya.

Tugas anak buah menyajikan gasingnya untuk di adu, yang punya kesempatan untuk menghajar gasingnya adalah mentri. Jika luput atau setelah di adu gasing anak buah masih berputar lebih lama di banding punya mentri maka pangkatnya turun. Raja meneruskan menghajar gasing mentri yang masih berputar, meruhum menghajar gasing raja dan seterusnya. Kebahagiaan yang dirasakan oleh pemain gasing biasanya terjadi jika :

  1. Gasing yang di hajar masuk ke parit, jika sampai hilang lebih sip lagi :-)
  2. Gasing yang di hajar sampai pecah atau rusak.

Dengan bobot gasing yang bisa mencapai 1 kg dan posisi incar seperti main bowling maka kasus urat tangan yang terkilir itu merupakan yang wajar. Tali yang putus sering diganti dengan tali “kentut”, tumbuhan menjalar yang setelah di bersihkan dari tali bia dijadikan alternatif tali untuk gasing.

Di festival erau biasanya diadakan lomba gasing yang di ikuti orang-orang dayak, mereka membawa gasing andalan mereka dengan tali jomok yang paten. saling beradu, saling hancurkan dengan gaya yang memukau. Seorang pelempar bola di olahraga kasti bisa punya banyak gaya yang khas dalam menyajikan bola ke pemukul . Begitu juga dengan pemain gasing ini, jika bisa menghajar gasing lawan dari jarak yang jauh sudah merupakan kebahagiaan tersendiri. Selain gasing yang juga menarik di erau bagi saya adalah acara belimbur. Acara ini biasa di adakan menjelang penutupan festival, setiap orang saling siram dengan air, mulai dari pusat kota sampai dengan pelosok gang yang ada. Tidak boleh marah jika kena siram.

Hmmm, kapan ya bisa merasakan hal itu lagi.

Main gasing dulu ah di mimpi malam ini :-)

Comments (3)

senangnya bertemu dengan orang lain yang masih peduli dengan permainan tradisional. saya termasuk penggila permainan2 tradisional, bahkan kalo boleh narsis, dulu waktu kecil saya jago sekali dengan permainan tradisional. tapi setelah SMP tahun 1995 jarang sekali teman saya yang mau diajakin main permainan tradisional.
saya mau minta info lagi mengenai permainan2 tradisional (kalo ada lagi Ya). saya suka banget baca cerita seperti tadi. oh iya kalo ada info tentang museum yang mengoleksi permainan tradisional tolong di info kan ke saya ya. terimakasih. jangan bosan2 menulis cerita tentang permainan tradisional ya..Chayo…

saya sbg warga negara malaysia amat berbangga krn ada juga yang masih peduli tentang permainan tradisional . saya mengucapkan taniah kpd anda . Semoga anda dirahmati -NYA

saya sbg warga negara malaysia amat berbangga krn ada juga yang masih peduli tentang permainan tradisional . saya mengucapkan taniah kpd anda . Semoga anda dirahmati -NYA . Gua caya sama lu …………

Write a comment