Catatan Tak Beraturan Setelah PB2008


Awalnya sih mau buat laporan tentang pesta blogger 2008 yang baru saya ikuti bersama Istri tanggal 22 November kemaren tapi setelah baca-baca google reader akhirnya gak jadi nulis yang itu deh. Tulisan mas Vavai dan koleksi cerita pesta blogger 2008 saya pikir sudah mewakili apa yang saya juga lihat so why reinvent the wheel :-)

Beberapa catatan yang saya kumpulkan dari pergi sampai pulang :

1. Koneksi internet gratis ..tis..tis di bandara.

Berbekal nokia E71 untuk ngeplurk atau baca google reader sebagai mini komputer saya sangat puas dengan konsistensi koneksi internet di bandara Sultan Mahmud Badarudin II (SMB II). Proses menunggu menjadi tidak lagi membosankan. Terima kasih buat Elnus yang sudah menyediakan koneksi internet yang ciamik. Bahkan bandara internasional soekarno hatta saja tidak menyediakan fasilitas ini di ruang tunggunya. Jadi buat teman-teman yang mo datang ke Palembang jangan khawatir, di Palembang banyak koneksi internet gratis. Kalau Bali saya lupa, ada koneksi internet gratis apa gak ya.

2. Bertemu langsung dengan Maskot OpenSUSE Indonesia

Well, berhubung kerjaan sehari-hari jauh dari dunia gemerlap jadi magnet yang saya buat saya exciting di PB2008 itu salah satunya adalah mas Vavai yang malam hari sebelumnya sempat menelpon saya. Sayangnya saya lupa minta ‘racikan‘ terbaru beliau yang sudah di sesuaikan buat pengguna awam seperti saya.

Dengan konsistensi dan hasrat untuk menulis tutorial yang memudahkan buat para pengguna baru OpenSuSE belajar sewaktu one man show (dulu) dan kemudian secara perlahan di extend ke komunitas OpenSUSE Indonesia . Saya pikir distro ini akan menjadi distro yang makin di kenal di Indonesia karena dukungan komunitas yang aktif dan tutorial yang membantu.

3. Pak Nukman itu kocak

Ngomong di depan publik itu gak gampang loh, bisa mengenali massa, mengidentifikasi dan menghidupkan suasana dengan ritme yang apik dan di selingi joke2 segar itu kesan yang saya tangkap dari sosok Pak Nukman Luthfie. Seorang sarjana teknik nuklir UGM yang jadi CEO Virtual Consulting ( jadi ingat pogung yang master affiliate juga dari teknik nuklir). Beliau berbagi pengalaman sembari membawakan materi di breakout session di PB2008. Pas banget dengan bukunya Peter Montoya dan Tim Vandehev yang berjudul “Create personal brand that wins attention dan grow your business” yang baru saya intip malam sebelumnya :-) . Gak bosen saya dengerin Pak Nukman ngomong. Semoga saya bisa dapat kesempatan hadir di Indonesia Casesnya suatu hari nanti.

4. BPPT showcases

Satu hal yang saya harapkan waktu berada di gedung BPPT kemarin itu sebenarnya bisa lihat ‘showcases’ ala BPPT. Secara namanya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi gitu lo, yang ada di benak saya ada kejutan ala film James Bond seperti tiba-tiba ada mobil tenaga surya yang lewat atau sepeda yang mengunakan ban dari bahan baku enceng gondok yang sedang di uji tingkat getasnya atau apalah. Yang tertangkap oleh nokia E71 saya malah koneksi wifi rittek-hs yang gak nyambung-nyambung dan kalau nyambung juga lambat membuat Ali dengan santainya bilang “koneksinya lambat, jadi aku pake 3G aja”. Untung ada koneksi telkom speedy prepaid yang menolong di detik detik mengantuk sehabis makan siang selepas shalat zuhur di masjid Iqro BPPT.

5. Kinokuniya vs Gramedia Matraman

Malam sehabis acara PB2008 saya dan Istri janjian ketemu sama anggota WK di Sarinah, sembari makan di McD akhirnya Idea is bulletproof aka Riky datang juga. BIncang-bincang dan akhirnya kita pergi bareng ke toko buku Kinokuniya. Udah pernah sekali pergi kesana tapi lupa jalan hehehehehe. Memang sip toko ini, makin besar dan koleksinya makin lengkap. Sembari menahan hasrat saya menikmati cover yang ada di sekeliling lokasi. Bagus-bagus euy.

Besoknya kami bela-belain berkunjung ke Gramedia Matraman yang sempat di promosikan sama Quinie sebagai the biggest Gramedia store in whole planet (lebay mode on). Makasih buat guide dan sambutannya ya mbak. Gramedia Matraman ini ternyata memang beneran besar tempatnya, plus kelengkapan utility stuff seperti kamar kecil. Saya masih terkesima dengan sambutan petugas yang jaga WC nya.

“Selamat datang Pak”, sembari menyilakan saya masuk dan tidak lupa juga mengucapkan “terima kasih” waktu saya mau keluar. Two thumbs up.

Koleksinya juga manstab, kalau tidak ingat sama bawaan tas yang di bawa terus sejak chekout dari hotel sudah saya beli beberapa buku yang ada disana. Jadi kembali lagi memilih untuk memuaskan mata saya dengan menatap judul-judul buku yang siip di kategori ‘buku baru’ dan menyimpan judul di notepad HP.

6. Easy money via adsense

Nah, ini dia tema buku yang rame menghias rak buku di jajajaran komputer. Dengan beberapa variasi judul yang menarik. Well….semoga isinya mengarahkan ke jalan yang benar :-)

7. Damri, Busway, Kopaja dan Bajai

Bisa ngomong kalau sudah pernah mengalami. Itu alasan Pak Nukman bermain plurk dan juga berperan serius di facebook (teringat saya akan acc facebook saya yang jablai). Part of his stoplist kah? tapi alasan saya mengajak Istri untuk naik Damri dari bandara ke gambir lalu naik busway aka transjakarta ke arah mangga dua square. Kemudian naik bajai ke terminal Mangarai untuk mencapai Kopaja yang mengarah ke blok M hanya 1 :

Biar tahu dan biar rasa

Tahu bahwa ada jalur busway yang di pakai juga oleh kendaraan pribadi, melihat hujan deras di jakarta membuat genangan hampir setengah diameter roda ban motor tenggelam dan saya sambil notalgia dengan vespa waktu kecil dulu.

Banyak ide, pemikiran dan informasi yang berseliweran di kepala, mau di tangkap dan di olah dulu ya. Caranya dengan tidur dulu dan minum air putih.

Off to bed, kembali ke studio 4.

Incoming search terms for the article:

Jalan-Jalan

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

7 Responses to “Catatan Tak Beraturan Setelah PB2008”

Leave Comment

(required)

(required)