Maryamah Karpov dan Studi Kasus New Wave Marketing


Maryamah Karpov sebagai seri terakhir dari tetralogi laskar pelangi saya jadikan sebagai contoh subyek dalam penerapan new wave marketing di Indonesia. Sudah banyak di ulas tentang new wave marketing ini yang pada prinsipnya adalah membangun komunitas yang loyal dan saling care.

Untuk melihat sekilas tentang new wave marketing dan cerita seputar tema ini bisa di rujuk ke beberapa pranala berikut :

Toko buku sebagai gudangnya ilmu jelas sudah banyak orang ketahui, hal ini di buktikan dengan banyaknya toko buku mulai dari skala kecil hingga cabang dari raksasa toko buku di Indonesia seperti Gramedia.

Sayangnya tidak mudah untuk membuat sebuah toko offline yang ‘layak’ di sebut toko buku sehingga seiring dengan makin banyaknya persaingan antar toko buku itu sendiri mengakibatkan perlu solusi alternatif untuk lebih mendekatkan diri pada konsumen, salah satunya dengan membuat toko buku online.

Dimana peranan new wave marketingnya?

Saya coba susun ya ;

#1 Toko Buku Online

Dari survey terhadap toko buku online dan pengalaman dari non savy user di hasilkan desain dan fitur yang di sukai oleh pengunjung, antara lain :

#2 Promosi Toko Buku Online

Pemilihan produk yang tepat seperti Maryamah Karpov dan di tempatkan di bagian buku terbaru serta di display atas sangat membantu pengunjung potensial.

Pada kenyataan Maryamah Karpov belum terbit tapi sudah bisa di pesan.

#3 Buzz the words

Punya toko yang canggih dan produk yang OK bukan jaminan bahwa penjualan akan langsung melejit karena bisnis toko buku online harus menjunjung prinsip-prinsip yang harus di pegang dengan disiplin seperti : kejujuran, kecepatan dan informatif.

Disini peranan new wave marketing untuk melejitkan ‘toko buku online’ tadi dengan menggunakan brand dari laskar pelangi dengan cara :

1. Menyebarkan info terbaru tentang buku baru ini via jejaring sosial seperti facebook atau friendster dengan target anak-anak muda.

2. Menggunakan jasa live status seperti twitter atau plurk yang kebanyakan usernya memiliki blog.

Dengan potensi follower di masing-masing layanan bisa di perkirakan efek buzz nya :-)

3. Memasang banner pre-order buku Maryamah Karpov di blog-blog yang ngetop.

4. Jangan lupakan juga blog komunitas yang jadi influencer di masing-masing wilayah kekuasaan. Salah satunya adalah wongkito.net yang sudah menjalin kerjasama dengan kapanlagi dot com untuk pemasangan iklan dan support lokal event daerah.

#4 Maintenance

Saya pribadi biasa membeli buku online via internet berkaitan penyusunan tesis dan juga sekedar referensi tambahan di amazon. Pernah satu kali order buku saya ternyata hilang dan via email saya beritahukan hal tersebut. Sehabis makan siang, datang email balasan berisi permintaan maaf dan konfirmasi nomer pengiriman buku baru ke alamat saya. Benar-benar membeli hati saya sehingga susah tergoda dengan bujukan B&N yang melayani pembelian via paypal yang sekarang sudah masuk ke Indonesia.

Salah satu teknik untuk membujuk dan kemudian memikat hati serta menjaga ‘ingatan’  user bisa di tempuh dengan mengadakan lomba.

Lomba-lomba tersebut di buat dengan tahapan berikut :

#5 Watch

Mudah saja, Pak Nukman Luthfie dalam breakout session di pesta blogger 2008 bilang ada dua hal yang beliau biasa perhatikan : Statistik (via google analytics) dan Famous (via google alerts).

Dengan simulasi strategi versus analisa SWOT plus sharping market via survey pengalaman user, polling dan indikator lain. Diharapkan toko online ini bisa segera masuk ke jajaran toko yang di perhitungkan di dunia maya.

#6 Inovasi

Perlu upaya-upaya lebih lanjut untuk terus bisa berkompetisi dengan kompetitor, yang pasti layanan yang prima adalah faktor utama yang harus terus di kembangkan tanpa harus membuat biaya produksi meningkat. Istri saya suka kesal kalau pertanyaan tentang stok buku harus menunggu besok baru mendapatkan jawaban atau perhitungan ongkos kirim yang ternyata beda dengan kenyataan. Solusi berbasis inovasi perlu di kembangkan untuk menjawab tantangan tersebut, misal dengan penerapan sms reply yang terhubung dengan database dan email gateway untuk jawaban otomatis. User merasa senang dan tidak segan untuk memasarkan lewat review di blog mereka, lewat sms notifikasi tentang buku favorit yang sudah datang dan lain sebagainya.

Era web 2.0 (read, write) sudah semakin jamak di hadapi, khususnya buat generasi muda yang mulai mengenal gadget canggih, koneksi internet dan dukungan telekomunikasi yang semakin canggih dan murah. Di tengah situasi krisis global yang mulai terasa imbasnya ini yang diperlukan adalah mensikapi keadaan dan bukan mengikuti keadaan.

So, are you ready for New Wave Marketing?

Incoming search terms for the article:

Fun Marketing

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

11 Responses to “Maryamah Karpov dan Studi Kasus New Wave Marketing”

Leave Comment

(required)

(required)