Amati, Tiru dan ………..
Posted by admin | Posted in Fun Marketing | Posted on 02-12-2008
Tags: amati tiru modifikasi
10
Amati, Tiru ……..
Modifikasi dan Jual Lebih Murah
‘Lebih Murah‘ itu tag yang terus muncul di salah satu warung skala besar swalayan besar yang sering saya kunjungi bersama istri.
Di sebelah produk asli ada produk sejenis dengan merek swalayan itu sendiri, mula-mula saya tidak tergoda karena biarlah lebih mahal sedikit yang penting tidak mepengaruhi rasa yang sudah saya kenal dengan baik.
Pada kesempatan lain akhirnya mulai di kombinasikan, yang pake merek beli 1 dan yang versi ‘lebih murah’ juga di beli 1. Pas di coba di rumah ternyata ……. rasanya gak beda jauh ternyata :-)
Jadi ingat adegan film Dono warkop dimana dia harus bolak balik tukar aksesori makanan dan minuman karena pelanggan tidak puas, akhirnya dia comot label dari minuman bermerek dan di tempelkan di botol minuman lokal. Pembeli yang lihat merek segera saja acc dan kelihatan puas dengan pelayanan yang diberikan.
Makan merek dong, yup harus saya akui saya lebih mudah percaya sama merek dan akhirnya memilih untuk mengejar merek itu untuk menjaga selera dan target cita rasa. Eh, jangan salah ya. Kalau jajanan pasar saya masih sreg dengan yang di beli dari pasar tradisional. Rasanya khas dan memang lebih enak lo :-)
ATM ( amati tiru dan modifikasi) itu memang mudah, setelah gambaran umum di dapatkan si ‘penjiplak’ tinggal ngomong :
‘oh, cuma segitu saja ya’
’saya juga bisa kalau seperti itu’
dan komentar-komentar pendek yang mungkin segera mundur kabur jika di tantang untuk benar-benar membuat dari awal. Telur Colombus, begitu dosen saya bilang.
Berarti jelek ya ATM itu ?
Ya gaklah justru kebanyakan bisnis berkembang dari sana. Modifikasi sana sini yang membuatnya lebih baik dan lebih di minati.
Misal :
- Mantan karyawan pembuat martabak membuat usaha martabak sendiri, bedanya di sisi kuah yang lebih pedas atau jumlah telur yang lebih banyak.
- Sama-sama jual pizza, tapi ada tambahan klausa ‘gratis jika telat deliverynya‘.
- Sama-sama jual kaos sablon, bedanya beli 1 doang juga boleh.
- Toko online yang kasih ongkos kirim gratis + hadiah aksesoris.
- Sama-sama jual fastfood, bedanya bisa beli satuan. Saya mau ayam + nasi + bla..bla dan tidak terikat sama paket A, B dan C.
Terasa banget personal touchnya bro :-)
It’s not service anymore, its caring dan bukan membentak dengan nyaring.
*kembali ke server, sembari berusaha menghabiskan teh hijau yang memang sangar rasanya hiks……*




kalo sekedar amati dan tiru sih, emang ga bagus tuh om..
tapi kalo ujungnya ada modifikasi, apalagi yang lebih kreatib, malah bisa jadi hasil cipta yang baru.
bukankah komputer canggih sekarang pun merupakan hasil atm dari sebuah sempoa?
daus oh dauss last blog post..TeamViewer: Kendalikan Komputer dari Jauh
emang cara termudah untuk melakukan sesuatu adalah dengan meniru, apabila anda sudah kehabisan ide. bukankah indoneasia adalah gudangnya para peniru..
seandainya jadinya memang lebih bagus, yah , nda ada salahnya :D
tp kalo cmn jiplakan mentah yg ga beda jauh dari yang asli, ato malah lebih buruk…
err….mo omong apa lagi :D
Oujas last blog post..Gundam 00 Technology of War
strategi harga memang sejak jaman dahulu kala udah dipake buat persaingan antar usaha, tapi akhir-akhir ini nilai dari VAS pun juga turut dipertimbangakan.
untas last blog post..Fucking Åmål (1998)
iyaaah sepakat , amati, tiru dan modifikasi ;)
gedeblogs last blog post..About Maryamah Karpov bag. 2 ( review )
Saya kira di dunia dewasa ini hampir semuanya tinggal ATM, dalam bsinis maupun bidang lainnya. Memang masih ada yang betul-betul orisinil, tapi persentase-nya teramat sangat kecil :)
Peniru terbaik adalah negara Jepang.
Hasil tiruannya mengalahkan yang ditirunya.
Mobil2 Jepang begitu berbeda dengan mobil yang ditirunya, dan ternyata lebih laris dan lebih cocok untuk pembeli.
Memang untuk melakukan suatu improvement biasanya dengan melakukan perubahan kecil-kecil dengan harapan perubahan yang dilakukan menghasilkan sesuatu yang lebih dibanding sebelumnya [lebih murah, lebih aman, lebih berkualitas atau apapun, yg penting ada nilai tambahnya]
Biasanya ini disebut dengan model kaizen.
Kalau ingin hasil yang lebih bernilai, maka dilakukan “benchmarking”, atau kasarnya ya nyontoh punya orang lain dan melakukan modifikasi disana sini sehingga berbeda dengan yang dicontoh dan mempunyai nilai yang lebih dibanding yang dicontoh.
Bila masih belum puas, ya lakukan semua perombakan total atau reengineering.
Hasilnya tentu sangat berbeda dibanding contoh2 di atas.
Salam
Alam : Iya pak, makasih buat komennya :-)
asyik juga tuh om, sekalian aku praktekin di blogku. sekarang masih cari update-an, yang kira2 bisa diakalin… he he
hmhmhmhm…. Semua komentarnya baaaguuus2 bangetz….
Emang sih, saat ini yg selalu di gembar-gemborkan oleh para trainer enterpreneur adalah ATM, ATM, dan ATM….
mantab.. bisa langsung dicoba pak.
sekalian numpang promosi pak, kalo mau cari Kerajinan Indonesia bisa langsung kunjungi website kami. :-)