Tulisan menarik, di copy paste dari milis TDA.
Assalamu’alaikum wr wb.
Belakangan banyak pertanyaan ttg membuat website atau toko online. Banyak
pengusaha yang ingin membuat website sendiri, bertanya mana yang paling
mudah digunakan. Email ini bukan karena saya bisnisnya membuat website.
Alhamdulillah, saya bisa berfokus pd klien LN sehingga dari awal gabung di
TDA tidak utk cari klien. Dan bukan juga karena tidak mendukung loh ya :)
Saya hanya tergelitik untuk bertanya: *”Berapa nilai waktu anda?”*
Sebagai ilustrasi, seorang pegawai dgn gaji 4 juta perbulan, maka nilai
waktu dirinya adalah sebagai berikut:
1 bulan = 160 jam kerja. Nilai perjam = Rp. 4 juta/160jam = Rp. 25.000/jam
Pegawai tersebut mendapat bayaran Rp. 25.000 untuk 1 jam kerja.
Sebagai pengusaha (walau masih amphibi), berapa nilai anda perjam?
Misalkan income saya Rp. 10 juta/bulan, maka nilai saya adalah Rp.
62.500/jam dengan asumsi saya bekerja seperti pegawai, selama 160 jam/bulan
atau 8 jam/hari, usaha saya adalah jualan dgn kondisi tidak bisa bikin
website.
Sekarang mari kita hitung, bila saya belajar bikin website berapa investasi
yang dikeluarkan.
1. Beli buku atau browsing tutorial onilne, anggap aja habis Rp. 50.000
2. Belajar bikin website 2 minggu (80 jam) = Rp. 62.500 x 80 = Rp. 5.000.000
3. Upload, test online, perbaikan ini itu karena blom pas tampilan dan
fungsinya, estimasi total 5 jam = Rp. 62.500 x 5 = Rp. 312.500
4. Panadol, bandrek/kopi untuk hilangkan pusing dan nemenin bikin website
biar gak suntuk = Rp. 20.000
5. Listrik, dll… gak usah diitung.
Berapa total investasi bikin website sendiri? Dari hitungan di atas totalnya
Rp. 5.382.500
Ada 2 pilihan menarik disini:
1. Horeeeee… saya menghemat lebih dari 5 juta dgn membuat website sendiri.
2. Cari web developer yang bagus, nego di harga 3-4 juta tapi saya terbebas
dari segala hal tersebut dan mendapatkan website yang bagus tanpa susah
payah. Di saat yg sama, saya gunakan waktu saya utk hal yang paling bernilai
tinggi, maka saya bisa dpt Rp. 5 juta atau lebih.
Selalu ada perbedaan pendapat, soal hemat, soal kepuasan.
Kalo saya pribadi, saya akan gunakan waktu saya utk yang menghasilkan paling
optimal.
Bila saya pedagang, maka saya akan fokuskan diri mengembangkan penjualan
daripada mengalihkan perhatian ke bikin website.
Buat saya, daripada mikir belajar menjahit baju, belajar bikin pola, lalu
menjahit sendiri, mending beli jadi.
Terbebas dari semua keruwetan itu.
Tapi tentu semua punya pilihan dan pertimbangan masing-masing. Selamat
memilih :)
Chaidir, Abu Fazila.