Posisi Iklan ala Dewa Mabuk


Makin banyak tampilan iklan maka makin banyak ‘kemungkinan’ iklan yang akan di klik.

Saya pikir itu mazhab yang di anut kebanyakan blogger yang mulai tertarik menaruh iklan di di blognya. Sah-sah saja tentunya, apalagi jika baru mulai memonetize blog. Rasanya semua lokasi ingin di muati iklan dengan semena mena :-)

Ibarat pedagang yang akan berdagang di pasar, jika ingin menyewa lokasi berjualan biasanya mempertimbangkan faktor :

Analogi yang sama juga di pakai untuk mengatur komposisi blog khususnya jika ingin di gali sisi monetizenya. Bisa di lihat dari gambar di bawah ini :

premiumheatmap

Lokasi yang paling menguntungkan adalah lokasi dengan nama :

  1. Best
  2. Great
  3. Good

Yang bertuliskan “Don’t Bother” itu tidak usah di sentuh karena menghabiskan bandwidth pengunjung blog anda saja :-)

Pada banyak blog yang saya lihat akhirnya ke-3 lokasi itu pun di isi dengan iklan, iklan yang di gunakan bisa berupa iklan gambar, iklan teks maupun iklan lain yang di harapkan meraih perhatian pengunjung dan mengkliknya.

Apakah efektif?

Tergantung sih, kalau saya lebih suka meniru konsep pasar swalayan yang secara periodik mengubah tata letak barang dagangan dan mengubah posisi penawaran menarik seperti beli 2 dapat 1, diskon x% dan sebagainya. Jika di bahasakan dalam blog atau web maka mengubah tata letak itu sama dengan mengubah template/theme sehingga pengunjung tidak bosan. Untuk posisi iklan saya akan coba bahas di lebih lanjut di artikel ini :-)

Kliksaya adalah salah satu program PPC (paid per click) alias di bayar perklik yang saya pakai untuk memonetize salah satu dan salah dua blog yang punya kunjungan lumayan.

Khusus untuk blog ini saya pergunakan formula ‘iklan muncul jika pengunjung datang via mesin pencari‘ artinya pengunjung tersebut harus mengklik link yang menuju ke blog ini via google misalnya, untuk  menampilkan iklan dari kliksaya.

Lokasi Iklan

Beda blog beda karakternya, untuk blog lain yang laris kunjungan, saya biasa menggunakan jurus ‘dewa mabuk‘. Dalam artian, iklannya muncul secara acak di artikel blog dengan lokasi antara lain :

heat2

Artinya iklan berada di lokasi 1, 2 dan 3. Lokasi lain tidak ada iklannya. Cukup di posisi atas, tengah dan bawah saja.

heat3

Iklan di tempatkan di lokasi 1, 2 dan 3 juga. Menempatkan posisi pojok kanan atas sebagai andalan.

heat4

Kiri dan kanan di penuhi iklan dan pembaca yang habis membaca juga di suguhi iklan :-)

Ads Blindness

Dengan rata2 publisher kliksaya ini mempunyai pageview 10 ribu / bulan di asumsikan rasa jenuh dan bosan akan tampilan iklan yang letaknya di posisi itu itu saja bisa di siasati.

Ibarat baliho yang ada di persimpangan jalan, hari pertama tampilannya baru terlihat masih memiliki daya pikat, hari kedua pengunjung berdatangan masih seger. Lah, kalau sudah hari ke-30 pasti sudah ‘kebal’ alias terbiasa dengan yang di tampilkan. Sayang dong traffiknya :-)

Ilustrasi di atas bisa di terapkan di berbagai kondisi, misal :

Contoh kodenya?

Penulis menggunakan wordpress, posisi-posisi di atas melibatkan pengeditan kode template/theme khususnya di script :

1. single.php

2. sidebar.php

heat5

Layout file pendukung

Sebelum lanjut ke jurus berikutnya terlebih dahulu persiapkan kode-kode iklan dari kliksaya sesuai dengan lokasi yang di inginkan, kelompokkan dalam file-file berikut :

1_atas.php
1_tengah.php
1_bawah.php

2_atas.php
2_kanan.php
2_bawah.php

3_kiri.php
3_kanan.php
3_bawah.php

Masing-masing kelompok mewakili blok iklan/ lokasi iklan 1, 2 dan 3.

Misal untuk mengisikan kode di 1_tengah.php :

1. Login ke kliksaya, klik zona iklan dan tambahkan zona baru dan beri nama yang sesuai.

2. Pilih format iklan yang sesuai dengan yang diinginkan, gambar atau text.

heat6

3. Paste kode javascript yang dihasilkan ke dalam 1_tengah.php

Ulangi langkah ini untuk semua file dalam kelompok di atas hingga halaman 3_bawah.php .

The Code

Edit halaman single.php dan template editor : (kode di ketik di bagian yang di beri kotak merah pada gambar)

heat7

Kode yang di selipkan di sidebar.php :


<?php

//jika hari sama dengan rabu atau kamis tampilkan kode 2_kanan.php
if(date('D')=='Wed' or date('D')=='Thu') {
include '2_kanan.php';
}

//jika hari sama dengan Jum'at atau Sabtu atau Minggu
if(date('D')=='Fri' or date('D')=='Sat' or date('D')=='Sun') {
include '3_kanan.php';
}

?>

Kode yang di selipkan di single.php :

Kode untuk tampilan iklan di atas judul posting di letakkan pada bagian atas (pada gambar di bawah ini) :


<?php

<span><span>
//jika hari sama dengan senin atau selasa tampilkan kode 1_atas.php
if(date('D')=='Mon' or date('D')=='Tue') {
include '1_atas.php';
}</span></span>

?>

heat81

Kode untuk tampilan di bawah judul posting  (kotak biru gambar di atas) :


<?php
//jika hari sama dengan senin atau selasa tampilkan kode 1_atas.php
if(date('D')=='Wed' or date('D')=='Thu') {
include '2_atas.php';
}

?>

Untuk kode yang lain silakan di cari sendiri ya posisi dan kodenya :-)

Dengan teknik ini publisher bisa mengurangi efek ‘ads blindness’ aka kebal iklan dengan lebih elegan.

Pengunjung blog atau web tetap banyak dan rezeki juga lancar dari pundi-pundi iklan.

Selamat mencoba ;-)

Peserta Kontes Menulis Panduan KlikSaya.Com Periode Final

Incoming search terms for the article:

Pernak Pernik Blog

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

96 Responses to “Posisi Iklan ala Dewa Mabuk”

Leave Comment

(required)

(required)