Sakinah, Mawaddah, Warahmah

Hari Sabtu kemaren akhirnya ke toko buku gramedia setelah soft opening PalcomTech PTC. Dengan para peserta saya sendiri, mas Koko, Dedy dan Nike. Nyampenya di gramedia sekitar jam 8 an malem. Agak semi buru-buru sih cari bukunya but akhirnya gak pulang dengan tangan hampa. Saya beli 3 judul buku yang lagi-lagi membuat agak merubah peta kerja hari sabtu kmrn hehehehe (gak tahan lihat bukunya menganggur nih). Oh iya, di jalan menuju gramedia Dedy sempat tanya apa sih Sakinah, Mawaddah dan Warahmah itu. Hmm… serasa ingat tapi lupa, dibilang lupa agak ingat walau samar-samar :-) . Ungkapan yang sering di sebut-sebut para penceramah hikmah pernikahan.

Kebetulan, waktu baca sambutan di buku “Fenomena Ayat-Ayat Cinta” ketemu beberapa goresan dari surat Ar-Ruum ayat 21 yang sering di pajang di undangan pernikahan (tak tulis aja biar jelas :-) ) :

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-NYA ialah Dia menciptakan untuk kalian dari anfus (jiwa-jiwa) kalian sendiri, azwaaj (pasangan hidup), supaya kalian ber-sakinah kepada-NYA dan dijadikan-NYA diantara kalian mawaddah dan rahmah . Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”

Dalam sambutannya di buku “Fenomena Ayat-Ayat Cinta” Salim A Fillah menangkap beberapa kunci dari ayat ini (saya ringkas khusus arti sakinah, mawaddah dan rahmahnya saja) :

  1. Apa sih sakinah itu? Sederhananya, sakinah inilah yang menyebabkan pernikahan disebut separo agama seseorang. Denganya seorang insan bisa mengoptimalkan potensinya untuk menjadi ‘Abdullah (hamba Allah) dan khalifah (pengelola nikmat-nikmat-NYA untuk kemaslahatan alam semesta)
  2. Apa itu mawaddah?  Cinta yang erotis romantis . Bentuknya bisa ekspresi yang paling batin sampai yang paling zahir, dari yang sifatnya emosional hingga seksual.
  3. Apa itu rahmah? Ini juga Cinta lho, bukan sekedar kasih sayang. Cinta yang bagaimana? Cinta yang seperti lagu :kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia. Inilah cinta yang memberi (bukan meminta), berkorban (bukan menuntut), berinisiatif (bukan menunggu), dan bersedia (bukan berharap-harap). Eric Fromm menyebutnya cinta keibuan (Erich Fromm, The Art of Loving, halaman 82)

So?

Ya gitu deh :-)

Nyang lebih ngerti mah yang udah nikah tentunya hehehehehe.

Next book in queue!

Incoming search terms for the article:

  • arti sakinah mawadah warohmah
  • maksud sakinah
  • apa itu sakinah
  • pengertian mawadah
  • arti mawaddah

4 thoughts on “Sakinah, Mawaddah, Warahmah

  1. maskoko

    Weiiit…masuk blog juga akhirnya :)
    Kalau arti singkatnya sih
    Sakinah itu Ketenangan
    Mawadah itu Kebahagiaan
    Warohmah itu kasih sayang
    Penjabarannya bisa sendirilah :)

Comments are closed.