Jangan Terlalu Serius Boi!
Posted by admin | Posted in Ngomong | Posted on 14-12-2008
Tags: laskar pelangi, maryamah karpov, review
7
Ini hiburan semata , itu modal yang saya siapkan untuk membaca Maryamah Karpov seri pamungkas dari tetralogi Laskar Pelangi. Dengan alasan untuk menjaga bioritmik dan kesehatan saya mencoba untuk mengerem keinginan kuat untuk selesai dalam satu jurus malam.
Ternyata gagal, cuma butuh waktu dua malam saja untuk menamatkan untaian cerita yang juga memancing nostalgia masa kecil ini. Saya terlanjur larut dalam sihir berbentuk novel dengan lembar sekitar 700 halaman itu.
Yup, sesi sidang tesis memang seru. Tapi bagi saya lebih seru proses sehari-hari menjelang sidang itu sendiri, walaupun tidak kuliah di Jepang tapi tradisinya terus di bawa oleh dosen saya. Sehingga ada proses belajar dalam bentuk :
- Menghadiri sidang terbuka yang minimal harus dilakukan 10 kali baik itu seminar proposal maupun sidang akhir.
- Diskusi hingga malam (kadang bisa sampai jam 1 malam), pertanyaan yang di ajukan susah-susah dan internet jadi sasaran pencarian referensi. Dari sini mulai muncul syarat tak tertulis ‘harus punya laptop!’.
- Harus sabar, mencari alat di dan merakitnya di lab untuk kemudian rusak. Cari lagi dan harus menunggu hingga berbulan-bulan itu sudah biasa.
- Harus bisa program, tema-tema tertentu seperti artificial neural network, pinch technology, mass exchanger network dan persamaan matematis yang muncul ternyata secara halus mensyaratkan belajar bahasa-bahasa ajaib nan memusingkan.
- Konsep itu penting, minimal harus presentasi sebanyak 32 kali. Konsep yang di paparkan itu mencerminkan apa yang di tulis. Salah konsep artinya siap-siap saja untuk merevisi semua tulisan dari awal.
Lelaki berwajah dangdut, judul itu membuat saya terpingkal-pingkal karena prediksi saya salah besar setelah menebak dari urutan lagu dan karakter penumpang tamu saya dengan yakin sekali bahwa lagu yang akan di putar untuk Ikal itu PASTI ‘Darah Muda’ . Tapi jelasĀ bahwa lagu ‘Perdamaian’ sama sekali bukan lagu Rhoma Irama.



