Pesan seperti ini sering saya jumpai saat sebuah web sedang dalam proses migrasi, desain ulang, di deface atau apalah namanya.
Under Construction
atau ini:
Under Maintenance
atau ini:
Our site is currently undergoing essential maintenance. We apologized for any inconvenience caused.
atau malahan tidak muncul sama sekali karena dns error karena lupa di set dan anda beralasan bahwa anda sibuk.
Silakan saja, kalau anda pikir anda menerapkan filosofi diam=emas, tapi saya kurang sependapat.
Ok, saya cerita sedikit nih. Dulu di dekat lokasi tempat saya kerja ada sebuah kedai yang namanya ‘kedai manis’, tempat ini lumayan bersejarah karena saya ‘nembak’ mantan pacar saya dulu di sini :-) . Masakannya juga enak apalagi sapo tahunya. Wuiiih. Enak banget tuh.
Sekarang sudah gak ada lagi tempat itu, sudah di ganti sama bangunan baru tempat jual mobil bekas. Pertanyaan saya sampai sekarang. Kemana ya si kedai manis ini?
Kangen masakan dan kangen sejarah jadi satu tapi saya gak tahu kemana perginya, tutup atau pindah ya.
Sama saja dengan web, blog atau media online anda. Pesan di atas cukup sesuai jika periode downtimenya gak lama, 1 hari paling lama. Tapi sangat tidak membantu pencitraan jika downtimenya lebih dari itu.
Gimana ya?, kata yang urus web saya waktu yang di perlukan untuk up lagi kira-kira 1 minggu
Waduh. Di ganti saja pesan di atas dengan pesan yang lebih sip, misal :
Web akan hadir lagi pada tanggal x bulan y
Segera hadir di Kota Z tanggal x dengan menu abc
Online kembali tanggal x, untuk mengakses data lama klik link ini
link ini bisa mengarah ke halaman www.archive.org
Rugi ah, halaman saya ini kan udah ngetop. Hampir 10 ribu user perhari yang datang.
Gitu aja kok repot, isi dengan halaman afiliasi saja. Bisa di set dinamis isinya pake server side programming atau plain html aja.
Met malam minggu :-)
*ck.ck..ck, Spoiler Maryamah Karpov sudah mulai di tulis..gemes nunggu datang*